Konsili Vatikan II

Kembali

Konsili Vatikan II (1962-1965) diadakan oleh Paus Yohanes XXIII (1881-1963) selama satu masa dan kemudian diteruskan oleh Paus Paulus VI untuk dua masa berikutnya. Konsili Vatikan II diadakan dalam rangka “aggiornamento” atau “penyesuaian dengan zaman”. Konsili ini tidak bertujuan untuk merumuskan dogma baru, akan tetapi lebih menekankan pada terwujudnya kesatuan Kristiani dan umat manusia.

Sesungguhnya keinginan Paus Yohanes XXIII untuk mengadakan konsili ini sangat mengagetkan, karena dalam Konsili Vatikan I sudah ditetapkan adanya dogma Infalibilitas Paus, sehingga sebenarnya Bapa Suci dapat menentukan tanpa mengadakan konsili tersebut. Tapi Paus mengatakan bahwa keinginannya ini adalah berdasarkan wahyu dari Roh Kudus. Tujuan konsili ini adalah untuk memperbaharui kehidupan, pengajaran, disiplin dan organisasi gereja, serta memajukan kesatuan dan persatuan dikalangan umat Kristiani di seluruh dunia.

Konsili Vatikan II bagi Gereja Katolik adalah konsili ekumenis yang ke–21. Salah satu hasil konsili yang terpenting adalah dikeluarkannya Konstitusi Dogmatis mengenai Gereja, dengan dekrit mengenai Gereja-gereja Katolik Timur. Dekrit-dekrit ini mengungkapkan kesungguhan Gereja dalam usaha ekumenis dan membuahkan dialog-dialog baik yang resmi maupun yang tidak resmi. Sebelum konsili ini berakhir, pada tanggal 3 Juni 1963 Paus Yohanes XXIII meninggal dunia, dan kemudian digantikan oleh Paus Paulus VI. Paus Paulus VI menyatakan bahwa ia akan tetap meneruskan konsili.

Pada tanggal 7 Desember 1965, Paus Paulus VI dan Patriark Ortodox Konstantinopel mengeluarkan pernyatan bersama, menyatakan rasa menyesal atas pemisahan yang sudah terjadi selama sembilan abad dan harapan rekonsiliasi di masa depan. Konsili ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 Uskup Katolik dan para pengamat bukan Katolik yang berasal dari berbagai Gereja. Dari hasil konsili ini telah dibuat 16 dokumen penting. Konsili Vatikan II, yang merupakan konsili yang terbesar dalam kehidupan Gereja Katolik abad ke-20, ditutup pada tanggal 8 Desember 1965 dengan sebuah liturgi agung.


Sumber : katolik site
HOME | EVENTS | FAITH | PRAYERS | CONTACT | LINKS